header besar dan yeyet

6 Hal, Yang Perlu Di Perhatikan Dalam Adab Bertetangga


      
Adab Bertetangga




Seperti biasa setiap hari sabtu sore, kami mengikuti kajian rutin di Mesid Baitussalam Dinar Mas, Kami melingkar penuh hidmat untuk mendengarkan paparan dari sang ustadz yang kebetulan untuk sore ini pembicaranya dalah Ustadz Komari, Kajianpun di buka beliau memaparkan tentang 6 hal yang perlu di perhatian dalam adab bertetangga.


Sebagai mahkluk sosial manusia membutuhkan orang lain untuk berinteraksi seperti keluarga, sahabat, teman juga tetangga.faktanya manusia dalam kesehariannya selalu berinteraksi dengan tetangga.

Arti Tetangga

Tetangga menurut Kbbi adalah :

  • · Orang yang rumahnya berdekatan atau yang bersebelah-menyesebelah
  • · Orang yang tempat tinggalnya berdekatan

Tetangga menurut Islam

             
Pengertian Tetangga


Agama Islam menjelaskan bahwa tetangga adalah orang yang tinggal di sekitar rumah, atau yang berjarak 40 rumah dari rumah kita.

Jika tetangga yang masih satu RT kita sebut tetangga dekat, dan jika tetangga yang satu RW kita sebut tetangga jauh, ada juga tetangga satu desa bahkan satu kecamatan tergnatung bagaimana dia menyebut sebagai apa tetangganya.

Dalam islam sendiri menjelaskan bagaimana adab kita terhadap tetangga, sebagaimana yang saya dapatkan dari kajian sabtu sore kemarin, yuk kita simak pemaparannya .

6 Hal yang perlu di perhatian dalam adab bertetangga.

1. Berusaha menjadi pribadi yang bisa membuat nyaman tetangganya( Orang lain )

Bagi orang yang tinggal di kota atau di perumahan seperti kami, mungkin sudah merasakan bagaimana kita tinggal di rumah yang berdempr-dempetan dengan tetangga satu dan lainnya, maka tidak menutup kemungkinan Ketika kita melakukan aktifitas di dalam rumah, pernah terdengar atau terlihat oleh tetangga samping kiri atau kanan kita.

Mungkin bisa jadi terikan, atau perkataan kita tanpa sadar sudah mengganggu tetangga, untuk itu sudah selayaknya kita bersikap untuk bisa membuat nyaman dengan tetangga, misal dengan selalu menyapa jika terlihat tetangga kita sedang ada di teras, menanyakan kabarnya dll.

Dalam surah Annisa ayat 36 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا 

wa'budulloha wa laa tusyrikuu bihii syai-aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa bizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi wash-shoohibi bil-jambi wabnis-sabiili wa maa malakat aimaanukum, innalloha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalang fakhuuroo


"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 36)

Tafsir Quraish Shihab

Tafsir surat An Nisa ayat 36 juga ada yang berasal dari tokoh agama Indonesia, Muhammad Quraish Shihab.

Ia mengatakan:

1. Beribadahlah kalian hanya kepada Allah dan janganlah menjadikan sekutu bagi-Nya dalam hal-hal ketuhanan dan peribadatan.

2. Berbuat baiklah kepada orangtuamu tanpa kelalaian.

3. Selain itu, berbuat baik juga kepada sanak keluarga, anak yatim, orang-orang yang memerlukan bantuan karena ketidakmampuan atau karena tertimpa bencana, tetangga dekat, baik ada hubungan keluarga maupun tidak, teman dekat seperjalanan, sepekerjaan atau sepergaulan, orang musafir yang membutuhkan bantuan karena tidak menetap di suatu negeri tertentu, dan budak laki-laki atau perempuan yang kalian miliki.

Allah sendiri yang memrintahkan bahwa selain kita harus ibadah kepada Allah, kita juga harus berbuat baik kepada Orang tua lalu setelah itu kepada teman, tetangga dan lain- lain .

Hadist Rasullah tentang kenyaman tetangga

Diriwayatkan dari Abu Syuraih RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman." Seseorang lalu bertanya, "Siapa ya Rasulullah?" Beliau bersabda, "Orang yang membuat tetangganya merasa tidak aman dari kejahatannya" (HR Bukhari).

2. Tetangga Harus kita posisikan sebagai keluarga.

Ada ungkapan bahwa tetangga dalah keluarga terdekat kita, saya setuju dengan ungkapan itu, sebagai orang perantauan kami disni tidak memiliki sanak saudara terdekat, Ketika kami mendapati kesusahan, misal saja tiba-tiba tidak bisa jemput anak di sekolah maka yang kami minta tolong adalah tetangga, begitupun saat beberapa waktu lalu saya sempet keserempet motor di jalan, yang menolong jemput saya di puskesmas adalah tetangga.

Bahkan yang lebih menorehkan rasa suka cita yang sangat mendalam bagi kami adalah, ada satu tetangga terdekat kami, yang betul-betul perhatian  mereka memberikan tempat tinggal kepada kami tanpa biaya sewa sepeserpun, barakallah semoga keluarga pak gik (biasa kami sebut beliau ) selalu mendapatkan kebahagian, kemudahan, keberkahan dalam hidupnya. sampai detik inipun kami masih terharu dengan kenyataan ini, bahwa masih ada orang setulus mereka di tengah-tengah zaman sekeras ini, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mereka.

Malaikat Jibril sering sekali menasihati Nabi Saw untuk berbuat baik kepada tetangganya. Hal ini membuat Nabi Saw mengira bahwa tetangga merupakan orang yang mendapatkan warisan sebagaimana keluarga yang memiliki hubungan darah. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam riwayat Imam al-Bukhari:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. رواه البخاري

Artinya: “Dari Aisyah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Jibril terus mewasiatkanku perihal tetangga. Hingga aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris.” (Hadis riwayat Al-Bukhari).

3. Berbuat baik kepada tetangga menunjukan tingkat keimanan seseorang.

                                        
anjuran berbuat baik kepada tetangga


Dalam Riwayat lain Rasullah Saw menyampaikan bahwa, berbuat baik kepada tetangga menunjukan tingkat keimanan seseorang, tidak tanggung-tangung beliau mengulamg perintahnya dalam tiga kali, hal ini menunjukan betapa urgentnya sikap kita terhadap tetangga.

وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بوَائِقَهُ. رواه البخاري

Artinya, “Demi Allah, tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya.” Rasulullah saw. ditanya “Siapa yang tidak sempurna imannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.” (HR al-Bukhari).

4. Menyakiti tetangga balasannya dalah neraka .

Selain itu, seseorang yang menyakiti tetangganya pun mendapat ancaman neraka dari Allah Swt, namun sebaliknya ada ganjaran syurga bagi orang yang berbuat baik kepada tetangganya, Nabi Muhammad Saw bersabda :



عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ وَفِي لِسَانُهَا شَيْءٌ يُؤْذِي جِيرَانَهَا سَلِيطَةٌ قَالَ: لاَ خَيْرَ فِيهَا هِيَ فِي النَّارِ وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ وَلَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا قَالَ: هِيَ فِي الْجَنَّةِ. رواه الحاكم


Artinya, “Dari Abu Hurairah ra ia berkata, ‘Dikatakan kepada Rasulullah saw: ‘Wahai Rasulullah Saw, Fulanah selalu salat malam dan puasa di siang harinya. akan tetapi, ia sering mencela tetangganya.’ Rasulullah saw bersabda: ‘Ia tidak baik, ia masuk neraka.’ Disebutkan kepada Rasulullah saw bahwa Fulanah hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, dan bersedekah hanya secuil keju. Akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya.’ Rasulullah Saw bersabda: ‘Ia masuk surga’.” (HR al-Hakim).

5. Budayakan saling memberi makanan

Salah satu kebaikan terhadap tetangga yang meski kita lakukan adalah saling berbagi terhadap tetangganya, hal ini akan menciptakan rasa perhatian, kasih sayang, antar tetangga, Apalagi kita hidup di Indonesia yang sangat mengedepankan saling tolong menolong dan gotong royong,.

Nabi Saw sendiri mengajarkan kepada kaum muslimin di masa beliau, hendaknya apabila memasak makanan yang berkuah, agar diperbanyak kuahnya supaya bisa dibagikan kepada tetangganya. Beliau bersabda:

إذا طبخت مرقة فأكثر ماءها وتعاهد جيرانك. أخرجه مسلم

Artinya, “Jika kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan berikan sebagian pada para tetanggamu”. (HR Imam Muslim).

6. Tidak boleh meremehkan pemberian tetangga

Nabi saw bersabda bahwa jangan sekali-kali kita meremehkan apa saja pemberian tetangga, karena jika tetangga tau Ketika kita di beri hadiah olehnya dan kita tidak menghagainya bahkan munkin di buang ke tongsampah yang dekat dengan tetangga, di khawatirkan tetangga itu tau dan akan merasakan sakit hatinya atau kecewa.


عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ: كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ: يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ. رواه البخاري ومسلم

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, Rasulullah Saw pernah bersabda, “Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Baiklah sobat, itu tadi 6 hal yang perlu diperhatiakan adab bertetangga, materi yang saya dapatkam Ketika mengikuti kajian sabtu sore di Mesjid Baitussalam Dinar Mas, semoga bermanfaat.

Related Posts

Post a Comment